-->

Header Menu

SAH ! Kemenag Membuat Regulasi Baru Mengenai Guru Non Muslim Bisa Mengajar di Madrasah, Simak Selengkapnya

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan, bahwa secara umum penempatan guru non muslim di satuan pendidikan Madrasah atau pendidikan islam dibenarkan secara regulasi yang berlaku.


Pernyataan itu menyusul, viralnya kabar mengenai guru non muslim yang mengajar siswa di madrasah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Guru non muslim itu mengajar mata pelajaran geografi.

 Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kemenag, Muhammad Zain menjelaskan, bahwa penempatan guru non muslim di madrasah dimungkinkan secara regulasi.Menurutnya, sebagai sekolah berciri khas Islam, guru mata pelajaran agama di madrasah memang harus beragama Islam. Sebab, Mata pelajaran agama itu antara lain Aqidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Baca Juga :  Alhamdulillah , Ada Angin Segar Dari Menkeu Terkait Gaji Guru Honorer Setara UMR, Simak Selengkapnya

Baca Juga : Kabar Baik ! Ada Insentif 1 Juta Khusus Guru Honorer Madrasah Yang Terdaftar Di Simpatika, Alhamdulillah

“Tapi, untuk guru mata pelajaran umum di madrasah, regulasi mengatur bahwa itu bisa juga diampu oleh guru non muslim,” kata Zain di Jakarta, Senin (1/2/2001).  “Hal itu sejalan dengan regulasi sistem merit,” sambungnya.

 Zain menjelaskan, sistem merit adalah kebijakan dan manajemen SDM yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan merit yang diatur dalam regulasi,” terangnya.

Hal ini diatur dalam UU No 5 tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017 jo Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2020 tentang Manajemen PNS, Permenpan No 23 tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019, dan Perka BKN No 14 tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PNS.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Gaji Honorer Akan Memperoleh Gaji Sesuai UMR Daerah

Baca Juga : Tanpa Potongan, CAIR PENUH ! Ada Insentif Total Rp 500 M Untuk Belasan Ribu Guru, Cek Rekening Sekarang

Pasal 23 ayat (1) PP 11 tahun 2017 misalnya, mengatur bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS dengan memenuhi persyaratan. Antara lain: usia 18 – 35 tahun, tidak pernah dipidana, tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat.

“Ini tidak hanya berlaku di madrasah, tapi juga di sekolah agama lain dan juga perguruan tinggi. Sebagai contoh, di Sekolah Tinggi Keagamaan Negeri tertentu, ada yang dosen mata kuliah umumnya beragama berbeda,” jelasnya.

Baca Juga : KABAR GEMBIRA! Guru Honorer Masih Bisa Jadi CPNS 2021, Berikut Penjelasan Lengkap Nadiem Makarim

Baca Juga : Cair Mulai Bulan Mei 2021, Guru Honorer Yang Terdaftar Di Dapodik Berhak Dapat Insentif 600rb/Bulan, Alhamdulillah Bun

Untuk itu, Zain kembali menegaskan, bahwa penempatan CPNS guru Geografi yang non muslim di MAN Tana Toraja, tidak melanggar aturan. “Kemenag akan terus melakukan evaluasi agar proses pembelajaran di madrasah semakin berkualitas,” tegasnya.

Artikel ini tayang di mediapendik.com dengan judul SAH ! Kemenag Membuat Regulasi Baru Mengenai Guru Non Muslim di Madrasah, Simak Selengkapnya

0 Response to "SAH ! Kemenag Membuat Regulasi Baru Mengenai Guru Non Muslim Bisa Mengajar di Madrasah, Simak Selengkapnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel