-->

Header Menu

TEGAS ! Berani K0rupsi Dana BOS, Siap-Siap Di GANJAR Hukum4n Mati, Simak Selengkapnya

Para guru dan Kepala Sekolah diwanti-wanti untuk tidak melakukan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Chatarina Muliana Girsang. ikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari RRI, Chatarina Muliana Girsang mengatakan bahwa apabila terjadi penyelewengan dana untuk kepentingan pribadi, maka ancamannya adalah hukum4n mati.


“Terlebih penyelewengan selama pandemi Covid-19, jika digunakan untuk kepentingan pribadi, maka ancamanya pada saat bencana seperti saat ini adalah hukum4n m4ti,” kata Chatarina Muliana Girsang. Lebih lanjut, Chatarina Muliana Girsang berharap baik kepala sekolah maupun para guru tidak melakukan penyelewengan dana BOS, terlebih saat ini Indonesia sedang ada di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Kabar Gembira ! Nadiem Ubah Lagi Metode Perhitungan Dana BOS , Simak Selengkapnya

Baca Juga : Kabar Baik! Banyak Sekolah Dapat Kenaikan Dana BOS 2021, Begini Hitungannya

“Kita tentu tidak ingin ada kepsek dan guru berhadapan dengan hukum. Apalagi saat ini kita kekurangan kepsek dan guru. Untuk itu saya mengetuk hati para pemangku kepentingan agar dana BOS seluruhnya digunakan untuk peningkatan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran,” ucap dia.Menurutnya, pengelolaan dana BOS, harus mengedepankan prinsip fleksibilitas (penggunaan dana BOS dikelola sesuai dengan kebutuhan sekolah), efektivitas, efisien, akuntabilitas, dan transparansi.

Chatarina menjelaskan bahwa anggaran dana BOS tidaklah kecil. Dana yang terdiri dari BOS Reguler, BOS Afirmasi, dan BOS Kinerja ini bahkan mencapai Rp54 triliun. Namun, menurut Chatarina, selalu ada laporan berbagai modus penyalahgunaan dana BOS.

Baca Juga: Guru Honorer Yang Mengabadi lama Diangkat Jadi PNS Tanpa Perlu Tes Sertifikasi

“Kami merangkum ada setidaknya 12 modus penyalahgunaan dana BOS,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyelewengan dapat dalam bentuk barang dan jasa.

Modus-modus penyelewengan tersebut di antaranya, kepala sekolah diminta menyetor sejumlah uang tertentu kepada pengelola dana BOS di Dikbud (Pendidikan dan Kebudayaan) dengan dalih mempercepat pencairan, dan kepala sekolah menyetor sejumlah uang kepada oknum Dikbud.

Baca Juga : Terima Kasih Pak Moeldoko, Perjuangkan Penuh Nasib Guru Dan Tenaga Kependidikan Honorer, KEPPRES Sudah Di Depan Mata !

Baca Juga : Alhamdulillah Bun, Dinas Pendidikan Cairkan Insentif Bagi Guru Tidak Tetap (GTT), Cek Syaratnya ya

Artikel ini tayang dengan judul TEGAS !  Berani K0rupsi Dana BOS, Siap-Siap Di GANJAR Hukum4n Mati, Simak Selengkapnya 

0 Response to "TEGAS ! Berani K0rupsi Dana BOS, Siap-Siap Di GANJAR Hukum4n Mati, Simak Selengkapnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel