-->

Header Menu

Komisi II DPR Seluruh Honorer Hanya Verifikasi dan Validasi Dokumen Menjadi PNS Tanpa TES, Sesuai Undang-Undang No.5

 Pegawai honorer, pegawai tidak tetap hingga tenaga kontrak bekerja di instansi pemerintah secara terus menerus diusulkan oleh Komisi II DPR untuk bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), tanpa melalui tes.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Syamsurizal menjelaskan, usulan tersebut merupakan salah satu poin yang diusulkan legislatif melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) sebagai revisi Undang-Undang No.5 Tahun Tahun 2014 tentang ASN.

CEK Nama Guru Honorer Diseluruh Indonesia Laman Resmi Dashboard GTK bisa lihat KLIK DISINI

Laman Resmi Dashboard GTK bisa lihat KLIK DISINI

"Pengangkatan tenaga honorer. tenaga honorer pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, dan tenaga kontrak yang bekerja di instansi pemerintahan secara terus-menerus, serta diangkat berdasarkan keputusan yang dikeluarkan sampai 15 Januari 2014, wajib diangkat menjadi PNS secara langsung, dengan mempertimbangkan batas usia pensiun," ujar Syamsurizal saat rapat kerja dengan pemerintah mengenai RUU ASN, Senin (18/1/2021).

Baca Juga: Seleksi PPPK 2021: Materi Ujian Guru Agama Disusun Kemenag 

Pengangkatan PNS, menurut pandangan Komisi II DPR bisa dilakukan dengan melakukan seleksi administrasi berupa verifikasi dan validasi dokumen. Pengangkatan PNS, menurut Komisi II DPR perlu diprioritaskan pada masa kerja dan bidang tertentu.

PNS, kata Syamsurizal juga perlu untuk mempertimbangkan masa kerja, gaji, pendidikan, dan tunjangan yang diperoleh. Menurutnya, pengangkatan PNS tanpa tes itu harus dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Tenaga honorer dan sejenisnya diangkat menjadi PNS oleh pemerintah pusat. Dalam hal tenaga honorer dan sejenisnya tidak bersedia diangkat menjadi PNS, maka diangkat menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PAN-RN Tjahjo Kumolo mengatakan, aturan mengenai tenaga honorer di lingkungan kementerian dan instansi negara telah berakhir pada 2014.

Baca juga:  Alhamdulillah, Tinggal Mengitung Hari ! Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahap 1 Tahun 2021 Cair, Ini Jadwal Lengkap Dari Menkeu , Cek DISINI

Baca juga:  Angin Segar GURU HONORER (GTKHNK 35+) Seleksi PPPK 2021: Tambahan Poin Guru Honorer Harus Berbeda Berdasar Masa Pengabdian, ALHAMDULILAH

Baca juga:  RESMI!! Mendikbud Nadiem Guru Usia 40 Lebih Dapat Bonus Nilai 75 Poin Seleksi PPPK 2021 ALHAMDULILLAH , Syarat Dan Ketentuan Simak Berikut

Sementara tahun 2015 hingga saat ini, pemerintah sudah detail menyelesaikan dan bahkan memutuskan untuk melakukan pengangkatan sebanyak 51.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Honorer ini kita jawab, pada 2019, 51.000 diangkat PPPK di tengah pandemi, termasuk rekrutmen 1 juta guru. Ini bagian usaha-usaha pemerintah untuk menyelesaikan honorer," jelas Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo mengatakan, usulan terkait pengangkatan tenaga honorer, penerimaan PNS, dan PPPK, harus dilaksanakan melalui penilaian yang objektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan instansi pemerintah, dan persyaratan lainnya yang dibutuhkan.

Adapun, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), kata Tjahjo juga dilarang mengangkat tenaga honorer atau sejenisnya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005.

Baca Juga :  SELAMAT!! Untuk Guru Dan Tendik  Yang Lama Mengabdi Mendapat 2 Perlakuan Istimewa Pendaftaran PPPK 2021: Guru Honorer  ALHAMDULILAH

Baca Juga :  SAH! Tunjangan Profesi Guru Lanjut Hingga 2035, Nadiem Tentukan Guru PNS dan Honorer Yang Berhak Menerima, Simak Selengkapnya

"Pengangkatan dimaksud secara langsung, bertentangan dengan prinsip sistem merit dan visi Indonesia Maju dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa," kata dia.

"Pengangkatan secara langsung menghilangkan kesempatan putra-putri terbaik bangsa menjadi bagian dari pemerintah, karena tertutupnya peluang akibat diangkatnya tenaga honorer tanpa seleksi," kata Tjahjo melanjutkan.

Sumber : www.cnbcindonesia.com

8 Responses to " Komisi II DPR Seluruh Honorer Hanya Verifikasi dan Validasi Dokumen Menjadi PNS Tanpa TES, Sesuai Undang-Undang No.5"

  1. Alhamdulillah,,, saya mengucapkan terima kasih kpd komisi II DPR, seluruh honorerhanya ferifikasi dan validasi dokumen menjadi PNS tanpa tes, seseuai undang - undang NO.5:,,,dan sangat bersyukur sekali,,, mudah2an keputusan ini tidak akan goyah lagi ya allah,,,,

    BalasHapus
  2. Pk menteri....p3k yang mana anda angkat..honorer mahkamah agung belum ada yang anda angkat.
    Kami lebih sependapat dengan dpr.
    Kami mohon kepada anggota dpr ceklangsung kelapangan ke daerah2....dan jawab mentri tejokumolo ini bahwa beliau sudah menyebarakan hoax.

    BalasHapus
  3. Terima kasih Untuk Dewan Perwakilan Rakyat Yang telah Mengingat Tenaga Honorer yg telah mengabdi puluhan Tahun di instansi Pemerintahan,,, semoga Usulan Ini Terkabul..

    BalasHapus
  4. Kami honorer juga putra putri terbaik yg telah dulu mengapdi pada negara, malah CPNS yg diangkat tes, kami yg memimbing mereka dalam berkerja, pak mentri tolong pangil jiwa kemanusian anda..

    BalasHapus
  5. Pak Kumolo, para honorer itulah yg sebenarnya putra putri terbaik bangsa. Mereka layak diangkat tanpa tes setelah mengabdikan diri untuk bangsa ini tanpa pamrih dan tanpa imbalan yg pantas. Semoga Allah membuka pintu hati bapak untuk meluangkan waktu memberikan hadiah terbaik bagi para honorer.

    BalasHapus
  6. Amin,,,mudah2an jadi kenyataan diangkat tanpa tes,saya sudah mengajar 13 tahun,terimakasih pa

    BalasHapus
  7. Seharusnya pemerintah memberikan afirmasi reward atas pengabdian guru honorer dalam membantu mencerdaskan anak bangsa. Guru honorer telah mengisi kekosongan guru selama pemerintah mengeluarkan kebijakan moratorium. Mereka mengabdi dengan tulus demi bangsa. Pengabdian yang puluhan tahun lamanya tidak menyurutkan dedikasi mereka untuk berhenti meski gaji tidak mencukupi. Kenapa guru honorer K1 dulu bisa diangkat PNS tanpa tes oleh pemerintah. Ujian seleksi kompetensi hanya mengukur kemampuan kognitif guru yang sebenarnya materi soal kurang relevan dengan tugas sebagai guru.Yang perlu di tes bukan soal kompetensi tapi keahlian mengajar peserta didik yang sudah sangat dikuasai guru honorer. Guru honorer sudah berjuang untuk negara dengan dedikasinya yang tinggi tanpa pamrih. Selayaknya pemerintah memberi apresiasi atas kinerja guru honorer dengan pengangkatan ASN tanpa tes.

    BalasHapus
  8. Mudah2an tenaga non Asn di instansi kelurahan di angkat secepatnya menjadi pppk atau pns amiin ya Robbal alamin ya allah swt

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel